Postingan

Peran Rusia dan China dalam Konflik AS-Israel versus Iran

Peran Rusia dan China dalam Konflik AS-Israel versus Iran Ketika Dua Kekuatan Besar Bermain di Balik Bayang-Bayang Perang Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Di saat dunia berisik oleh dentuman konflik dan kerasnya kepentingan, seorang mukmin diajak untuk tetap teduh dalam memandang takdir. Apa yang terjadi hari ini—ketegangan antara kekuatan besar dunia—bukan sekadar pertarungan strategi, melainkan bagian dari sunatullah yang menguji iman, kesabaran, dan kebijaksanaan kita dalam menyikapinya. Di tengah lanskap geopolitik yang kian bergejolak, konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran per 26 Maret 2026 bukan sekadar eskalasi regional—melainkan panggung besar perebutan pengaruh global. Di balik dentuman rudal dan manuver militer terbuka, dua kekuatan dunia—Rusia dan China—bergerak dalam senyap, memainkan peran strategis dengan kalkulasi yang dingin dan terukur. Bagi dunia, ini adalah konflik. Bagi kekuatan besar, ini adalah momentum. “Kekuatan sejati buk...

Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-26–27: Iran Tolak 15 Poin AS sebagai "Maksimalis", Tangsiri Ditarget, 6 Gelombang Rudal ke Israel dalam Satu Hari

Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-26–27: Iran Tolak 15 Poin AS sebagai "Maksimalis", Tangsiri Ditarget, 6 Gelombang Rudal ke Israel dalam Satu Hari Reportase | Rabu–Kamis, 26 Maret 2026 | Disusun dari: Al Jazeera, CNN, AP, OPB, Times of Israel, Xinhua, Euronews, Britannica, Wikipedia Harapan de-eskalasi yang sejenak muncul ketika Trump mengumumkan penangguhan 5 hari pada Senin kini semakin redup. Iran pada Rabu 25 Maret secara resmi menolak rencana 15 poin AS sebagai "maksimalis dan tidak masuk akal" — dan membalas dengan melancarkan enam gelombang serangan rudal dan drone ke Israel dalam hitungan jam , termasuk serangan balistik ke Tel Aviv. Bersamaan, Israel menarget Laksamana Alireza Tangsiri , Komandan Angkatan Laut IRGC — sosok yang selama ini menjadi otak di balik blokade de facto Selat Hormuz. AS mengerahkan lebih banyak pasukan ke kawasan, termasuk paratroopers Divisi Airborne 82. Kongres AS yang semakin frustrasi mengkritik pejabat Trump atas briefing p...

Orang yang Mampu Mengendalikan Nafsu, Akan Merasakan Kenikmatan yang Lebih Lezat dan Lebih Tahan Lama

Orang yang Mampu Mengendalikan Nafsu, Akan Merasakan Kenikmatan yang Lebih Lezat dan Lebih Tahan Lama Oleh: Abdullah Madura Ada sebuah rahasia kecil yang tersimpan di dalam setiap sore Ramadhan. Ketika adzan Maghrib berkumandang dan seseorang mengangkat gelas berisi air putih ke bibir — setelah seharian menahan diri — ada sesuatu yang meledak lembut di dalam dadanya. Bukan hanya karena tenggorokannya basah kembali. Bukan hanya karena perutnya terisi. Ada sesuatu yang lebih dalam dari itu, sesuatu yang sulit dijelaskan tapi sangat mudah dirasakan: rasa syukur yang bercampur dengan kepuasan diri yang bersih, kepuasan orang yang telah menjaga janjinya kepada Allah sepanjang hari. Satu tegukan air putih di waktu berbuka terasa lebih nikmat dari segelas jus di hari biasa. Sepotong kurma terasa lebih manis dari hidangan mewah mana pun. Dan itu bukan karena lapar semata — itu karena jiwa yang telah berjuang seharian kini merasakan hasilnya. Kenikmatan yang didahului oleh pengendal...

Lebaran Tak Selalu Ketupat: Tradisi Unik Idul Fitri dari Berbagai Penjuru Dunia

Lebaran Tak Selalu Ketupat: Tradisi Unik Idul Fitri dari Berbagai Penjuru Dunia Di Indonesia, Lebaran identik dengan aroma opor ayam yang menguar sejak subuh, ketupat yang tergantung di dapur, dan arus mudik yang menyatukan jutaan hati. Namun di belahan dunia lain, Idul Fitri bisa berarti perang telur di lapangan terbuka, pesta manisan yang tak henti-henti, atau pawai musik spiritual di pinggir pantai. Inilah wajah Idul Fitri yang jarang kita lihat — berbeda bentuk, tapi satu rasa: kembali kepada fitrah. Allah ﷻ berfirman tentang hikmah di balik selesainya Ramadhan: وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ "...dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah: 185) Syukur itu hadir dalam seribu wajah. Dan Rasulullah ﷺ telah mengisyaratkan betapa istimewanya momen ini: لِ...

Asal Usul Idul Fitri: Bukan Hanya 'Hari Kemenangan', Tapi Pengganti Pesta Jahiliyah

Asal Usul Idul Fitri: Bukan Hanya 'Hari Kemenangan', Tapi Pengganti Pesta Jahiliyah Oleh: Nuraini Persadani Sebuah Pertanyaan yang Jarang Diajukan di Tengah Takbir dan Ketupat Di tengah gemuruh takbir yang membelah langit malam, di antara aroma opor dan rendang yang mengepul dari dapur, di sela-sela foto Lebaran yang membanjiri linimasa — pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya: Dari mana sesungguhnya Idul Fitri berasal? Siapa yang menetapkannya? Dan mengapa ia hadir tepat di titik ini — setelah Ramadhan, bukan sebelumnya? Pertanyaan-pertanyaan itu bukan pertanyaan yang mengusik keimanan. Sebaliknya, ia adalah pintu menuju pemahaman yang jauh lebih dalam dan lebih kaya tentang mengapa Idul Fitri bukan sekadar perayaan kemenangan atas rasa lapar. Ada sebuah kisah di baliknya — kisah tentang bagaimana Islam datang ke Madinah dan menemukan dua hari pesta yang bersumber dari tradisi pra-Islam, lalu dengan kebijaksanaan yang luar biasa, menggantikannya dengan sesuat...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya