Postingan

Idul Fitri 1447 H Jatuh Sabtu, 21 Maret 2026: Merayakan Kesatuan di Balik Perbedaan

Idul Fitri 1447 H Jatuh Sabtu, 21 Maret 2026: Merayakan Kesatuan di Balik Perbedaan Malam ini, 19 Maret 2026, sidang isbat Kementerian Agama Republik Indonesia telah resmi memutuskan: 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026 . Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan keputusan itu dengan tegas sekaligus lapang: "Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026." Keputusan ini bukan sekadar angka penanggalan. Ia adalah pengumuman berakhirnya 30 hari perjalanan ruhani yang luar biasa — Ramadan yang penuh iman, lapar, doa, dan air mata. Kini saatnya kita sambut fajar kemenangan dengan hati yang bersih. Data Hilal Malam Ini: Langit Bicara Jujur Dari 117 titik rukyat yang tersebar di seluruh Nusantara, tidak satu pun melaporkan hilal terlihat. Bukan kegagalan — ini adalah kepatuhan terhadap sunnatullah. Langit malam ini memang belum memperlihatkan hilal yang cukup un...

Takbir Adalah Deklarasi Keberhasilan Ramadhan atas Pertolongan Allah, Bukan Kekuatan Pribadi

Takbir Adalah Deklarasi Keberhasilan Ramadhan atas Pertolongan Allah, Bukan Kekuatan Pribadi Oleh Abdullah Madura Ada suara yang tidak bisa digantikan oleh suara apa pun di dunia ini. Ia bukan suara orkestra. Bukan sorak-sorai kerumunan yang menang dalam pertandingan. Bukan pula suara kembang api yang meledak di langit malam. Suara itu adalah gema takbir yang mengalun dari masjid ke masjid, dari mulut ke mulut, di malam dan pagi Idul Fitri — membelah kegelapan, meresap ke dalam hati, membawa serta sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata tapi selalu dirasakan dengan sangat nyata oleh siapa saja yang mendengarnya. Allahu Akbar. Allahu Akbar. La ilaha illallah. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Wa lillahil hamd. Allah Mahabesar. Allah Mahabesar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar. Allah Mahabesar. Dan segala puji hanya bagi Allah. Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan kepada kita tentang bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memulai h...

Kaidah yang Sering Disalahpahami: Hukm al-Hakim Yarfa'ul Khilaf dan Batas Penerapannya dalam Penentuan Hari Raya

Kaidah yang Sering Disalahpahami: Hukm al-Hakim Yarfa'ul Khilaf dan Batas Penerapannya dalam Penentuan Hari Raya By: Ir. H. Djunaidi Permata Setiap menjelang sidang itsbat, sebuah kaidah fiqh kerap dikutip sebagai senjata pamungkas untuk mengakhiri perdebatan perbedaan hari raya: حُكْمُ الْحَاكِمِ إِلْزَامٌ وَيَرْفَعُ الْخِلَافَ "Keputusan pemerintah bersifat mengikat dan menghilangkan perbedaan." Kaidah ini dikutip seolah ia adalah solusi tunggal yang menutup seluruh diskusi: begitu pemerintah mengumumkan 1 Syawal, semua perdebatan gugur, semua perbedaan berakhir, dan siapapun yang berbeda hari raya telah melanggar fiqh. Namun apakah kaidah ini benar-benar sesederhana itu? Dan apakah ia memang berlaku tanpa syarat dalam konteks ibadah dan negara Indonesia yang non-khilafah? Artikel ini mengajak pembaca untuk memahami kaidah ini secara utuh — asal-usulnya, cakupannya, batas-batasnya, dan bagaimana ia berinteraksi dengan realitas kelembagaan Indonesia hari ...

Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-19–20: Israel Bom South Pars, Iran Bom Ras Laffan Qatar, Trump Ancam Musnahkan Seluruh Ladang Gas Iran

Perang Iran–Israel–AS Hari Ke-19–20: Israel Bom South Pars, Iran Bom Ras Laffan Qatar, Trump Ancam Musnahkan Seluruh Ladang Gas Iran Reportase | Kamis, 19 Maret 2026 | Disusun dari: Al Jazeera, CNN, CBS News, NBC News, Reuters, AP, Foreign Policy, Iran International, Time, Washington Post, Wikipedia Perang memasuki fase eskalasi paling berbahaya sejak dimulai 19 hari lalu. Rabu 18 Maret menjadi hari dengan rangkaian kejadian yang saling bereaksi secara berantai dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Israel — tanpa sepengetahuan AS — menyerang ladang gas South Pars , fasilitas gas alam terbesar di dunia yang dikelola bersama Iran dan Qatar. Iran membalas dengan membombardir Ras Laffan Industrial City Qatar — terminal LNG terbesar dunia yang memasok 20 persen LNG global — dengan rudal balistik hingga menyebabkan kebakaran besar dan kerusakan masif di beberapa fasilitas. Qatar mengusir atase militer dan keamanan Iran. Arab Saudi menyatakan hak untuk mengambil tindak...

Konsisten dalam Perkara Kecil Membentuk Karakter Taat dalam Perkara Besar

Konsisten dalam Perkara Kecil Membentuk Karakter Taat dalam Perkara Besar Oleh Abdullah Madura Ada satu adab pagi Idul Fitri yang sangat mudah dilupakan di tengah hiruk-pikuk persiapan hari raya. Bukan tentang baju baru. Bukan tentang jalan mana yang harus ditempuh menuju lapangan. Bukan tentang siapa yang akan kita kunjungi lebih dulu setelah shalat. Ini tentang beberapa butir kurma. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu — pelayan Rasulullah yang menemani beliau selama sepuluh tahun dan hafal luar-dalam kehidupan harian beliau — meriwayatkan: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ، وَيَأْكُلُهُنَّ وِتْرًا "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak keluar pada pagi hari Idul Fitri hingga beliau memakan beberapa butir kurma, dan beliau memakannya dalam jumlah ganjil." (HR. Bukhari, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu ) Hadits ini pendek. Hanya satu kalimat. Tapi ia menyi...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya