Postingan

Anak yang Kita Jaga Tubuhnya, tetapi Lupa Kita Rawat Hatinya

Gambar
Anak yang Kita Jaga Tubuhnya, tetapi Lupa Kita Rawat Hatinya Refleksi Tazkiyatun Nufus dan Parenting Islam di Hari Anak Nasional Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Setiap 23 Juli, bangsa ini merayakan Hari Anak Nasional. Namun tahun ini, perayaan itu berdampingan dengan sebuah kabar yang menyayat: ratusan anak di salah satu kabupaten di Nusa Tenggara Barat harus menikah dini setelah hamil di luar nikah, sebuah rentetan kasus yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Angka itu bukan sekadar statistik. Ia mengajak kita melihat persoalan yang lebih dalam: bagaimana anak-anak kita bertumbuh, siapa yang menemani mereka ketika menghadapi perubahan dalam dirinya, dan apakah mereka memiliki ruang yang aman untuk bertanya, bercerita, dan belajar menjaga diri. Dan sebelum melangkah lebih jauh, ada satu hal yang perlu ditegaskan: tidak semua anak yang mengalami kehamilan di usia dini berada dalam situasi yang sama. Ada yang terjerumus karena ketidaktahuan, ada yang berada dalam relasi yang tidak se...

Ketika Takut Kekurangan Menguasai Hati: Menyingkap Waswas Kefakiran dan Jalan Menuju Tawakal

Gambar
Ketika Takut Kekurangan Menguasai Hati: Menyingkap Waswas Kefakiran dan Jalan Menuju Tawakal Seri Tazkiyatun Nufus: Rezeki dan Penyakit Hati Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada orang yang hafal di luar kepala bahwa Allah menjamin rezeki setiap makhluk. Ia bahkan mampu menjelaskannya panjang lebar kepada orang lain. Namun ketika saldo rekening menipis, pesanan sepi, pekerjaan belum kunjung datang, atau kebutuhan hidup terasa semakin berat, hatinya kembali disergap kecemasan yang sama, seolah ilmu itu tidak pernah singgah di dada. Di sinilah kita perlu membedakan antara mengetahui dan meyakini . Pengetahuan cukup berhenti di kepala, sedangkan keyakinan yang hidup akan menuntun hati justru ketika keadaan sedang tidak sesuai harapan. Namun kita juga perlu berhati-hati sejak awal. Tidak setiap kecemasan tentang rezeki berarti lemahnya iman. Seseorang yang kehilangan pekerjaan, memiliki tanggungan keluarga, terlilit utang, atau menghadapi kebutuhan medis yang mendesak memang dapat menga...

Perang Iran-AS Memasuki Malam ke-11: Hormuz Bergejolak, Pickaxe Mountain Terancam, Indonesia Waspada

Gambar
Perang Iran-AS Memasuki Malam ke-11: Hormuz Bergejolak, Pickaxe Mountain Terancam, Indonesia Waspada Eskalasi di Timur Tengah Menguji Pasar Energi Global dan Ketahanan Ekonomi Indonesia Oleh: Nuraini Persadani Konflik bersenjata yang bermula dari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 kembali memasuki fase yang semakin tegang. Menurut laporan sejumlah kantor berita internasional, serangkaian serangan udara Amerika Serikat terhadap sejumlah target militer di Iran telah memasuki malam ke-11 secara berturut-turut hingga Selasa, 21 Juli 2026. Ledakan dilaporkan terdengar di Teheran, Tabriz di barat laut Iran, hingga sejumlah wilayah di bagian selatan negara tersebut. Perlu dicatat, perkembangan terbaru dalam beberapa hari terakhir terutama berpusat pada konfrontasi langsung antara Amerika Serikat dan Iran. Israel tetap menjadi bagian penting dalam dimensi awal dan regional konflik ini, tetapi eskalasi militer terbaru lebih banyak ditandai...

Pulang: Catatan tentang Pintu yang Tak Pernah Tertutup

Gambar
Pulang: Catatan tentang Pintu yang Tak Pernah Tertutup Bagaimana sebuah hati terbangun, memutar arah, dan menemukan jalan kembali kepada Allah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Mengapa ada orang yang menangis semalaman karena satu kesalahan kecil, sementara yang lain bisa melakukan dosa yang jauh lebih besar tanpa merasa apa-apa? Coba diamkan pertanyaan itu sejenak sebelum membaca lebih jauh. Bukan soal besar-kecilnya dosa. Sebab kalau soal ukuran, seharusnya semakin besar dosa, semakin besar pula penyesalan. Kenyataannya tidak selalu begitu. Ada yang terus menunda taubat karena merasa "nanti saja, masih ada waktu". Ada yang dosanya sudah menjadi kebiasaan, hingga hati berhenti memberi sinyal bahwa ada yang salah. Dan ada yang justru berubah total dalam semalam, seolah seseorang menyalakan lampu di ruangan yang sudah lama gelap. Para ulama, jauh sebelum psikologi modern lahir, ternyata sudah menaruh perhatian besar pada perbedaan ini. d أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَ...

Tadabbur QS. Hūd Ayat 6: Ketika Batin Berhenti Dihantui Kecemasan Rezeki

Gambar
Tadabbur QS. Hūd Ayat 6: Ketika Batin Berhenti Dihantui Kecemasan Rezeki Menyelami Jaminan Allah atas Rezeki dalam Perspektif Tazkiyatun Nufus Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Tidak sedikit manusia kehilangan tidur bukan karena tidak memiliki rezeki, tetapi karena takut kehabisan rezeki. Padahal jauh sebelum rasa takut itu lahir, Allah telah lebih dahulu menuliskan sebuah janji yang menenteramkan dalam Surah Hūd. وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ Wa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustawda'ahā, kullun fī kitābin mubīn. "Tidak ada satu pun makhluk yang melata di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua itu tertulis dalam Kitab yang nyata." (QS. Hūd: 6) Syekh Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan kelua...

Imam Al-Ghazali dan Transformasi Diri: Ketika Puncak Keberhasilan Justru Melahirkan Pergulatan Batin

Gambar
Imam Al-Ghazali dan Transformasi Diri: Ketika Puncak Keberhasilan Justru Melahirkan Pergulatan Batin Belajar dari Hujjatul Islam tentang Perubahan yang Bermula dari Hati Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada satu kisah dalam sejarah Islam yang selalu menggugah kesadaran setiap kali dibaca ulang: seorang ulama besar, guru paling terpandang di zamannya, mengalami keguncangan batin yang dahsyat ketika berada di puncak kejayaannya. Beliau adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi, ulama besar yang kemudian dikenal sepanjang sejarah dengan gelar Hujjatul Islam —Pembela Agung Islam. Kisah hidupnya mengajarkan sesuatu yang sering luput dari perhatian kita hari ini: bahwa keberhasilan lahiriah tidak selalu berbanding lurus dengan ketenangan batin, dan bahwa transformasi sejati seorang hamba tidak dimulai dari perubahan status atau pekerjaan, melainkan dari perubahan hati. Allah berfirman: إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ "...

Ukhuwah yang Diuji: Ketika Persaudaraan Menjadi Cermin Kebersihan Hati

Gambar
Ukhuwah yang Diuji: Ketika Persaudaraan Menjadi Cermin Kebersihan Hati Mengapa Konflik Sesama Muslim Sering Berasal dari Penyakit Hati? Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Hampir setiap orang pernah kecewa kepada saudara seiman. Ada yang dulu begitu akrab, lalu perlahan menjauh tanpa sebab yang jelas. Ada yang dulu berjuang bersama dalam satu barisan dakwah, lalu diam-diam saling curiga. Ada pula yang semula saling mendoakan dalam sujud, kemudian saling membicarakan di belakang punggung. Pertanyaannya bukan siapa yang salah, melainkan lebih dalam dari itu: apakah yang sebenarnya rusak — ukhuwahnya, atau hati kita? Ukhuwah imaniyyah adalah ikatan ruhani yang Allah tumbuhkan di antara orang-orang beriman karena kesamaan akidah, yang kemudian melahirkan hak, tanggung jawab, dan kasih sayang sebagai bagian dari ibadah kepada-Nya. Ia bukan sekadar hubungan sosial yang lahir dari nasab atau kepentingan. Para ulama tazkiyah memandangnya dari dua sisi yang berjalan bersamaan: ukhuwah adalah buah da...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...