Ketika Ilmu Semakin Tinggi, Mengapa Bakti kepada Orang Tua Semakin Rendah?
Ketika Ilmu Semakin Tinggi, Mengapa Bakti kepada Orang Tua Semakin Rendah? Oleh: Tsaqif Rasyid Dai | persadani.org | 4 Juni 2026 - 18 Dzulhijjah 1447 H Ada pemandangan yang berulang di banyak keluarga Muslim zaman ini — dan siapa pun yang pernah tinggal di lingkungan pesantren atau keluarga terdidik pasti pernah menyaksikannya. Seorang anak muda yang telah menyelesaikan studi tinggi, fasih membaca kitab, hafal puluhan hadits, bahkan aktif berdakwah di media sosial — namun di rumahnya sendiri, ia jarang menyapa ibunya dengan lembut, enggan membantu pekerjaan rumah, atau lebih memilih layar ponsel daripada duduk menemani ayahnya yang sudah tua. Ini bukan fenomena langka. Ini adalah paradoks yang menyakitkan: ilmu yang seharusnya menjadi cahaya, justru tidak menerangi ruang yang paling dekat — ruang keluarga, ruang bakti, ruang di mana surga pertama kali dijanjikan. Tentu tidak semua orang berilmu mengalami keadaan ini. Banyak penuntut ilmu yang justru semakin tawadhu...