Postingan

Al-Qur'an di Tanganmu, tapi Sudahkah Ia Masuk ke Dadamu

Ketika Ramadhan Berbicara kepada Jiwa — Belajar Berinteraksi dengan Al-Qur'an dari Salafus Shalih di Era Digital Ada satu pertanyaan yang layak kita renungkan setiap kali bulan suci itu tiba: Sudahkah kita benar-benar hadir bersama Al-Qur'an, atau kita hanya melewatinya? Ramadhan dan Al-Qur'an adalah dua nama yang tidak bisa dipisahkan. Allah subhanahu wa ta'ala sendiri yang mengabadikan hubungan itu dalam firman-Nya: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ "Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." — QS. Al-Baqarah: 185 Ayat ini bukan sekadar informasi historis. Ia adalah undangan — undangan agar di bulan inilah kita kembali kepada Al-Qur'an dengan sepenuh jiwa. Dan untuk memahami bagaimana seharusnya kita menyambut...

Ramadhan, Momentum Terbaik untuk Transformasi Karakter

Ramadhan, Momentum Terbaik untuk Transformasi Karakter Setiap tahun ia datang. Setiap tahun kita menyambutnya. Tapi berapa banyak dari kita yang keluar dari Ramadhan sebagai manusia yang sungguh-sungguh berbeda? Bukan sekadar lebih kurus karena puasa, bukan sekadar lebih hafal doa-doa karena sering dibaca — melainkan benar-benar berubah di tingkat karakter, di level kepribadian yang paling dalam? Pertanyaan ini bukan untuk menyalahkan siapa pun. Ia adalah undangan untuk jujur kepada diri sendiri sebelum Ramadhan tiba, agar kita tidak hanya mengulangi ritual yang sama dengan hasil yang sama pula. Karena Ramadhan, di dalam al-Qur'an dan Sunnah, tidak pernah dirancang sekadar sebagai bulan ibadah musiman. Ia adalah laboratorium transformasi jiwa — sebuah lingkungan yang Allah rancang secara sangat khusus, dengan kondisi-kondisi yang paling kondusif untuk perubahan karakter yang nyata dan berkelanjutan. Mengapa Karakter, Bukan Sekadar Amalan? Kita sering memahami Ramadha...

Tafsir Menetapkan Makna, Tadabbur Menghidupkan Jiwa

Tafsir Menetapkan Makna, Tadabbur Menghidupkan Jiwa Ada dua kata yang sering disebut bersama ketika kita membicarakan cara berinteraksi dengan al-Qur'an: tafsir dan tadabbur . Namun dua kata itu bukan sekadar istilah akademis — keduanya adalah dua sayap yang mesti mengepak bersama agar pembacaan al-Qur'an tidak hanya berhenti di lidah dan akal, tetapi benar-benar mendarat di kedalaman jiwa dan menggerakkan amal. Artikel ini hadir bukan untuk menambah deretan definisi di kepala, melainkan untuk mengajak kita merenungkan kembali: sudahkah cara kita membaca al-Qur'an selama ini benar-benar "menyentuh"? Tafsir dan Tadabbur — Dua Hal yang Berbeda namun Tak Terpisahkan Sebelum kita melangkah lebih jauh, penting untuk memahami bahwa tafsir dan tadabbur bukanlah dua aktivitas yang saling menggantikan. Keduanya memiliki posisi dan fungsi yang berbeda, namun saling mendukung satu sama lain. Tafsir adalah ilmu yang menjelaskan makna lafaz al-Qur'an berdas...

PUASA DAN IKHLAS

PUASA DAN IKHLAS Ketika Tidak Ada yang Melihat — Kecuali Allah — Sebuah Renungan di Bulan Ramadhan — بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Wahai jiwa yang sedang berpuasa... Izinkan aku bertanya sesuatu yang mungkin belum pernah kau tanyakan kepada dirimu sendiri. Bukan kepada orang lain. Bukan di depan umum. Tapi di sini — dalam keheningan antara kamu dan hatimu. Andaikan hari ini tidak ada seorang pun yang tahu apakah kau berpuasa atau tidak — apakah kau tetap berpuasa? Pertanyaan itu bukan jebakan. Pertanyaan itu adalah cermin. Dan jawaban yang jujur di dalam hatimu — adalah potret sesungguhnya dari niatmu selama ini. I. Rahasia yang Hanya Allah Ketahui Di antara seluruh ibadah yang Allah wajibkan... Puasa adalah yang paling istimewa. Bukan karena ia yang paling berat — meskipun ia memang berat. Tapi karena ia adalah satu-satunya ibadah yang tidak bisa dipalsukan di hadapan Allah. Shalat bisa dilihat orang. Sedekah bisa diketahui orang. Haji bisa disaksi...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya