فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ Dari Kalimat Tauhid Menuju Kematangan Jiwa
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا لّٰهُ Dari Kalimat Tauhid Menuju Kematangan Jiwa Oleh: Tsaqif Rasyid Dai | persadani.org | 6 Juni 2026 - 20 Dzulhijjah 1447 H Prolog: Ketika Tombak Sudah Terlanjur Meluncur Pagi itu, di tanah Juhainah, pertempuran berlangsung singkat. Pasukan kaum muslimin menyerang di waktu fajar dan berhasil memukul mundur musuh. Usamah bin Zaid — sahabat mulia, putra dari Zaid bin Haritsah yang dijuluki hibbu Rasulillah , kekasih Rasulullah ﷺ — mengejar seorang prajurit musuh bersama seorang sahabat Anshar. Ketika sudah terkepung, ketika tidak ada jalan lagi, laki-laki itu mengucapkan: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ Sahabat Anshar itu menghentikan langkahnya. Namun tombak Usamah terlanjur meluncur. Ketika kabar itu sampai kepada Rasulullah ﷺ, beliau bertanya dengan nada yang sangat berat: أَقَتَلْتَهُ بَعْدَ أَنْ قَالَ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ؟ Aqataltahu ba'da an qāla lā ilāha illallāh? "Apakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan...