Setelah Suara Itu Reda: Apa yang Tersisa dari MTQ di Dalam Hati?
Setelah Suara Itu Reda: Apa yang Tersisa dari MTQ di Dalam Hati? Tentang mendengarkan Al-Qur'an, menjaga niat, dan musabaqah yang justru berlanjut ketika panggung telah sepi Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada banyak pintu untuk memasuki sebuah arena MTQ. Ada pintu bagi peserta, panitia, dewan hakim, tamu, dan pengunjung. Orang-orang datang dari berbagai arah, sebagian bersama keluarga, sebagian mencari tempat duduk terbaik, sementara dari kejauhan suara seorang qari mulai terdengar melalui pengeras suara. Ayat-ayat Allah mengalun. Sebagian orang menghentikan langkah, ada yang memejamkan mata, berbisik Masya Allah , atau mengangkat telepon genggam untuk merekam beberapa bagian yang terasa indah. Keindahan suara memang bagian dari pesona tilawah. Tajwid dijaga, makhraj diperhatikan, hafalan dipelihara, dan melalui musabaqah seperti ini umat menunjukkan bahwa Al-Qur'an masih memiliki tempat istimewa dalam kehidupan bersama. Namun di tengah keramaian itu ada sebuah pertanyaan y...