Ngelak, Nglunjak
Ngelak, Nglunjak Ketika Keinginan yang Baik Lupa Berhenti ✒️ Tsaqif Rasyid Dai Awalnya sederhana. Orang tua hanya ingin anaknya mendapatkan pendidikan yang baik tanpa kehilangan ruh Islam. Maka dipilihlah sekolah Islam. Harapannya tidak berlebihan: anak tetap belajar matematika, sains, bahasa, dan teknologi, tetapi pada saat yang sama tidak asing dengan Al-Qur’an, shalat, adab, dan lingkungan yang menjaga. Lalu anak mulai lancar membaca Al-Qur’an. Muncul harapan baru: kalau bisa sekalian hafal beberapa juz. Hafalan mulai berjalan, lalu target bertambah: akademiknya juga harus bagus. Setelah itu bahasa Inggris, bahasa Arab, olimpiade, organisasi, kemandirian, percaya diri, prestasi. Semuanya baik. Justru di situlah persoalannya. Sesuatu bisa menjadi berat bukan karena ia buruk, tetapi karena semua yang baik ingin dikumpulkan sekaligus pada satu anak. Orang Jawa punya ungkapan yang lugas: dikei ati, ngrogoh rempelo . Diberi hati, malah merogoh ampela. Awalnya hanya satu keinginan. ...