Jejak Air Mata yang Tak Pernah Jatuh di Sajadah
Shalat: Saat Hati Akhirnya Pulang Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada satu ruang dalam diri kita yang tak pernah benar-benar sepi. Di balik ritme gerakan yang kita kenal sebagai kewajiban, tersimpan sebuah undangan yang lebih dalam: sebuah pertemuan. Shalat bukan sekadar rangkaian bacaan dan sujud. Ia adalah jalan pulang bagi jiwa yang lelah berkelana. Para ulama salaf menyebut kehadiran dalam pertemuan itu dengan satu kata yang lembut namun sangat dalam: khusyu’ . Bukan sekadar menundukkan kepala, melainkan menundukkan seluruh diri. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah menggambarkan asalnya dengan kalimat yang menyentuh kalbu: “Asal khusyu’ adalah kelembutan hati, ketenangannya, ketundukannya, kehancurannya, dan kebakaran (kegelisahan karena takut dan cinta) di dalamnya. Apabila hati telah khusyu’, maka seluruh anggota badan pun akan mengikuti khusyu’ tersebut.” Ketika hati benar-benar merasakan kehangatan itu, gerakan tubuh tak lagi menjadi beban. Ia ...