Puasa Ramadhan dan Kognisi Manusia Antara Science, Spiritualitas, dan Hikmah Ilahi
Puasa Ramadhan dan Kognisi Manusia: Antara Science , Spiritualitas, dan Hikmah Ilahi Kajian Akademis-Populer | Psikologi, Neurosains, dan Fisiologi Puasa Ramadhan َูุง ุฃََُّููุง ุงَّูุฐَِูู ุขู
َُููุง ُูุชِุจَ ุนََُْูููู
ُ ุงูุตَِّูุงู
ُ َูู
َุง ُูุชِุจَ ุนََูู ุงَّูุฐَِูู ู
ِู َูุจُِْููู
ْ َูุนََُّููู
ْ ุชَุชََُّููู "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa." — Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah: 183 Ayat ini adalah titik berangkat. Sebelum ilmu pengetahuan modern memiliki alat ukur Cohen's d atau neuroimaging , Al-Qur'an telah menyatakan tujuan tertinggi puasa: takwa . Dan kini, sains justru membantu kita memahami bagaimana proses fisiologis dan psikologis puasa itu menjadi jembatan menuju ketakwaan tersebut. Artikel ini adalah undangan untuk merenung bersama — sebagai seorang Muslim yang beriman sekaligus sebagai makhluk berpikir yang dianugerahi akal. Karena dalam Islam, akal da...