Postingan

Konflik Vlad Dracula dan Sultan Muhammad Al-Fatih

Antara Keberanian dan Kekejaman: Pelajaran Akhlak dari Konflik Vlad Dracula dan Sultan Muhammad Al-Fatih Di balik kisah-kisah heroik penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, terselip catatan sejarah tentang konflik dengan seorang penguasa Eropa Timur yang terkenal kejam: Vlad III, atau yang lebih dikenal sebagai “Dracula”. Namun, di balik narasi populer yang penuh dramatisasi, terdapat pelajaran akhlak mendalam yang relevan bagi kita—umat Islam masa kini—tentang batas antara keberanian yang mulia dan kekejaman yang tercela. Dua Wajah Kepemimpinan di Era yang Sama Sultan Muhammad Al-Fatih (1432–1481 M) dan Vlad III Dracula (1431–1476/77 M) hidup di abad ke-15, dalam dunia yang penuh gejolak politik, agama, dan perang. Keduanya adalah pemimpin muda, cerdas, dan tegas. Namun, cara mereka memimpin dan memperlakukan manusia sangat berbeda. Al-Fatih dikenal karena keadilan, kebijaksanaan, dan penghormatannya terhadap nyawa—bahkan nyawa musuh. Setelah menaklukkan Kons...

Modifikasi Cuaca: Ilusi atau Realitas Ilmiah?

Modifikasi Cuaca: Ilusi atau Realitas Ilmiah? Antara Podcast, Fakta Riset, dan Persepsi Publik Modifikasi cuaca — atau dalam istilah ilmiahnya weather modification — adalah upaya manusia untuk memengaruhi kondisi atmosfer agar menghasilkan cuaca tertentu yang diinginkan, misalnya mempercepat hujan, menunda hujan, atau mengurangi hujan ekstrem. Istilah populer seperti “kolam dingin” atau cold pool yang disebut-sebut di podcast sebenarnya bukan bagian dari proses modifikasi cuaca, melainkan fenomena alamiah saat hujan mulai turun dan udara di dekat permukaan menjadi lebih dingin karena penguapan air hujan dari awan yang besar. Itu bukan modifikasi, tetapi proses fisika atmosfer normal. Apa Itu Modifikasi Cuaca? Penjelasan Ilmiahnya Modifikasi cuaca adalah praktik ilmiah yang sudah dimulai sejak pertengahan abad ke-20 dan dipelajari banyak negara. Ini bukan ilmu baru, tetapi hasil evolusi riset atmosfer yang terus berkembang. Cloud Seeding (Penyemaian Awan) Ini merupakan metod...

Amalan Terbaik Menjelang Ramadhan: Persiapan Meraih Keberkahan

Amalan Terbaik Menjelang Ramadhan: Persiapan Meraih Keberkahan Berdasarkan Kajian Islam oleh Ustadz Khalid Basalamah Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, tidak henti-hentinya lisan kita selalu memuji dan memuja Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagai seorang muslim, kita sangat yakin bahwa dua susunan kata "Alhamdulillah" adalah kalimat yang mulia, yang Allah jadikan sebagai ungkapan syukur kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7) Nikmat-nikmat Allah yang tidak terhingga—dari makanan, minuman, kesehatan, kesempatan, dan segala hal—harusnya kita gunakan di atas ketaatan kepada-Nya dan kita syukuri. Alhamdulillah, Allah mudahkan dengan dua susunan kata ini. Selanjutnya, kita panjatkan salam hormat kepada utusan Allah, Nabi Besar Muhammad Shallallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa shahbi...

Dahsyatnya Istighfar: Kunci Pembuka Pintu Rahmat Allah

Dahsyatnya Istighfar: Kunci Pembuka Pintu Rahmat Allah Mengenal Sosok Imam Hasan Al-Bashri Radhiyallahu 'Anhu Datang seseorang mengadukan masalahnya kepada Imam Hasan Al-Bashri radhiyallahu 'anhu. Siapakah Hasan Al-Bashri ini? Beliau adalah seorang ulama besar dari kalangan tabi'in yang lahir sepuluh tahun setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat. Namun beliau bukan sekadar tabi'in biasa, karena beliau berkesempatan belajar langsung dari para sahabat besar seperti Umar bin Khatthab dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhuma. Yang lebih istimewa lagi, Hasan Al-Bashri tumbuh dan dibesarkan di rumah istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiyallahu 'anha. Bahkan beliau adalah anak sepersusuan dari Ummu Salamah. Bagaimana bisa? Ibunda Hasan Al-Bashri bernama Al-Khairah, seorang khadimah (pelayan) setia Ummu Salamah radhiyallahu 'anha. Ketika Al-Khairah melahirkan, bertanyalah Ummu Salama...

PERJANJIAN HUDAIBIYAH: MASTERCLASS STRATEGI PERANG DARI PADANG PASIR KE MEDAN PERTEMPURAN MODERN

PERJANJIAN HUDAIBIYAH: MASTERCLASS STRATEGI PERANG DARI PADANG PASIR KE MEDAN PERTEMPURAN MODERN Pendahuluan: Ketika "Kekalahan" Menjadi Kemenangan Terbesar Tahun 628 Masehi, di sebuah tempat bernama Hudaibiyah yang tandus, sekitar 1.400 Muslim berkemah tanpa senjata, berharap melaksanakan umrah ke Mekah. Mereka datang dengan niat damai, namun disambut oleh pasukan Quraisy yang menolak kedatangan mereka. Yang terjadi kemudian adalah sebuah negosiasi yang menghasilkan perjanjian yang—pada pandangan pertama—tampak sangat merugikan kaum Muslim. Para sahabat merasa kecewa. Umar bin Khattab, salah satu sahabat paling berani, bahkan mempertanyakan keputusan Nabi Muhammad SAW. Namun sejarah membuktikan bahwa apa yang tampak seperti "kekalahan diplomatik" ini justru menjadi salah satu manuver strategis paling brilian dalam sejarah peperangan dan diplomasi dunia. Allah SWT menyebut peristiwa ini sebagai "kemenangan yang nyata" dalam Surah Al-Fath: إِن...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...