Postingan

Ketika Ego Memakai Jubah Agama

Gambar
Ketika Ego Memakai Jubah Agama Jejak Dzul Khuwaishirah hingga Ekstremisme Modern: Sebuah Tinjauan Tazkiyatun Nufus Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Selasa, 7 Muharram 1448 H / 23 Juni 2026 M Tidak ada seorang Khawarij yang bangun pagi lalu berkata dalam hatinya, "Hari ini aku ingin keluar dari Islam yang benar." Tidak ada seorang pelaku kekerasan atas nama agama yang terbangun di penghujung malam lalu membatin, "Hari ini aku akan menjadi musuh kaum muslimin." Sebaliknya, hampir semuanya bangun dengan satu keyakinan yang terasa suci: aku sedang membela agama Allah. Banyak bentuk ekstremisme keagamaan modern memperlihatkan pola psikologis dan spiritual yang sangat mirip dengan pola yang pernah diperingatkan Nabi ﷺ dalam fenomena Khawarij — meski tidak semua kekerasan atas nama agama identik satu sama lain secara hukum dan latar belakangnya. Di sinilah letak tragedi terbesar yang pernah menimpa umat ini. Bukan ketika seorang muslim meninggalkan agamanya secara terang-t...

Parenting sebagai Jalan Tazkiyatun Nafs: Ketika Anak Tidak Hanya Dididik, Tetapi Juga Mendidik Orang Tuanya

Gambar
Parenting sebagai Jalan Tazkiyatun Nafs: Ketika Anak Tidak Hanya Dididik, Tetapi Juga Mendidik Orang Tuanya Anak adalah cermin jiwa. Di setiap tangisan, pertanyaan, dan tingkah lakunya, tersimpan pelajaran tentang siapa diri kita sebenarnya. Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ketika seorang anak lahir, hampir semua orang tua memiliki doa yang sama: semoga aku mampu mendidiknya dengan baik. Mereka bersiap menjadi guru. Mereka belajar cara membesarkan anak, cara membentuk karakter, cara menanamkan nilai. Mereka mengira perjalanan ini tentang mereka yang memberi, dan anak yang menerima. Namun sedikit yang menyadari bahwa sejak hari pertama itu pula, Allah memulai proses mendidik mereka — melalui anak yang baru saja hadir. Banyak orang mengira parenting adalah proses satu arah. Orang tua mengajar, anak belajar. Orang tua memberi aturan, anak mengikuti. Orang tua membentuk karakter, anak menerima bentukannya. Seakan seluruh perjalanan itu hanya mengalir dari atas ke bawah — dari yang lebi...

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ: Saat Orang Cerdas Mengadili Dirinya Sendiri

Gambar
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ: Saat Orang Cerdas Mengadili Dirinya Sendiri Muhasabah Bukan Sekadar Merenung — Ia Adalah Pengadilan yang Kita Gelar Sebelum Allah Menggelarnya Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Gambar cover Muhasabah yang kita lakukan malam ini adalah rahmat Allah sebelum datangnya hisab yang sesungguhnya Ada sebuah pertanyaan yang sering kita lupakan di penghujung hari. Bukan pertanyaan tentang pekerjaan, bukan tentang berita, bukan tentang apa yang kita makan atau apa yang belum selesai kita kerjakan. Pertanyaan itu jauh lebih sunyi, jauh lebih dalam, dan jauh lebih menentukan. Untuk apa hari ini kuhidupkan? Nabi ﷺ pernah menetapkan standar kecerdasan yang tidak biasa. Bukan kecerdasan yang diukur dari banyaknya ilmu, tajamnya analisis, atau luasnya wawasan. Beliau bersabda: الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ الْأَمَانِيَّ Al-kayyisu man dāna nafsahu wa 'amila ...

Ketika Doa Belum Mengubah Keadaan, Ia Sedang Mengubah Dirimu

Gambar
Ketika Doa Belum Mengubah Keadaan, Ia Sedang Mengubah Dirimu Menyelami Makna Terdalam "Yā Ḥayyu Yā Qayyūm" dalam Cermin Kitab Klasik Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada sesuatu yang ganjil pada zaman ini. Kita hidup di era yang paling mudah dalam sejarah manusia — ilmu bisa diakses dalam hitungan detik, komunikasi menembus benua tanpa biaya, dan jawaban atas hampir semua pertanyaan tersedia di ujung jari. Namun anehnya, justru di era inilah manusia semakin mudah lelah. Semakin banyak pilihan, semakin bingung menentukan arah. Semakin banyak koneksi, semakin terasa kesepian. Semakin banyak strategi hidup, semakin sering kehilangan pegangan. Kita diajarkan cara mengatur waktu, mengelola keuangan, membangun kepercayaan diri — tetapi lupa satu pertanyaan yang paling mendasar: siapa yang sedang mengatur diri kita? Paradoks ini bukan hal baru. Allah sudah menyatakannya sejak lama: وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا Wa khuliqal-insānu ḍa'īfā. "Dan manusia diciptakan da...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya