Postingan

Hari ke-41: Benang yang Hampir Putus

Hari ke-41: Benang yang Hampir Putus Reportase Konflik AS–Israel–Iran | 9 April 2026 Oleh: Nuraini Persadani | Persadani — Media Analitik Islam Wasathiyah Gencatan senjata yang diumumkan kemarin belum genap 24 jam, namun sudah berada di tepi jurang. Lebanon berduka: 254 nyawa melayang dalam satu hari — hari paling mematikan sejak perang ini dimulai. Iran menutup kembali Selat Hormuz sebagai peringatan. Dan dunia menunggu apakah meja negosiasi di Islamabad akan mampu menyelamatkan apa yang tersisa dari kesepakatan rapuh ini. Lebanon: 254 Tewas, Hari Berkabung Nasional Tepat beberapa jam setelah Trump mengumumkan ceasefire AS–Iran pada 8 April, Angkatan Udara Israel melancarkan Operation Eternal Darkness — serangan udara paling dahsyat sejak konflik ini dimulai. Lebih dari 100 target dihantam dalam waktu 10 menit: kawasan Beirut selatan, Lembah Bekaa, Nabatieh, Tyre, dan berbagai titik di selatan Lebanon. Akibatnya: setidaknya 254 orang tewas dan lebih dari 1.165 lainny...

Futur: Ketika Jiwa Lelah Beribadah

Futur: Ketika Jiwa Lelah Beribadah Antara Lemah Iman atau Burnout Spiritual? Telaah Turots dan Psikologi Modern Oleh: Nuraini Persadani Ada satu momen yang hampir pernah dialami setiap orang yang serius menekuni jalan ibadah — momen ketika sajadah terasa berat, mushaf terasa jauh, dan dzikir terasa seperti pengulangan kata tanpa jiwa. Bukan karena ia tidak percaya kepada Allah. Bukan karena imannya runtuh. Melainkan karena jiwanya kelelahan . Kondisi ini dalam khazanah Islam dikenal dengan satu kata yang singkat namun berat: futur . Ironisnya, kondisi ini sering disalahpahami — bahkan oleh pelakunya sendiri. Ada yang menyimpulkannya sebagai tanda kemunafikan. Ada yang menjadikannya pintu masuk rasa bersalah yang berkepanjangan. Padahal para ulama salaf telah membahasnya dengan sangat jernih, jauh sebelum psikologi modern menemukan istilah burnout . Futur dalam Pandangan Ulama Salaf Apa Itu Futur? Kata futur ( فُتُور ) secara bahasa berasal dari akar kata fatara-yaf...

Ledakan Guncang Lapangan Padel di Gunung Putri, Gedung Hancur

Ledakan Guncang Lapangan Padel di Gunung Putri, Gedung Hancur — Tidak Ada Korban Jiwa Kamis, 9 April 2026 | Gunung Putri, Kabupaten Bogor Sebuah ledakan keras mengejutkan warga Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis pagi, 9 April 2026. Ledakan terjadi di gedung lapangan padel yang berlokasi sangat dekat dengan SDN 03 Ciangsana. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini. Waktu dan Lokasi Kejadian Ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.20–05.30 WIB , ketika area sekitar masih sepi dan belum ada aktivitas sekolah maupun perkantoran. Gedung lapangan padel dalam kondisi kosong saat ledakan berlangsung — faktor inilah yang menyelamatkan dari jatuhnya korban jiwa. Kronologi dan Kerusakan Menurut video amatir yang beredar viral di media sosial — termasuk melalui akun Instagram @infogunungputri — terdengar dentuman keras disertai kerusakan struktural yang sangat parah pada bangunan lapangan padel: ...

Marah karena Allah: Antara Ghirah Iman dan Tipu Daya Nafsu

Marah karena Allah: Antara Ghirah Iman dan Tipu Daya Nafsu Oleh: Nuraini Persadani Persadani — Media Analitik Islam Wasathiyah "Kesempurnaan seorang hamba adalah ketika ia marah karena Allah dan ridha karena Allah." — Ibn Qayyim al-Jauziyyah , Madārij as-Sālikīn Ada sebuah pertanyaan yang tampaknya sederhana, namun menyimpan kedalaman yang luar biasa: Apakah kita benar-benar marah karena Allah, atau sesungguhnya kita marah karena diri kita sendiri, lalu membungkusnya dengan jubah agama? Pertanyaan ini bukan retorika. Ia adalah cermin yang harus diarahkan ke dalam dada, bukan ke luar. Sebab dalam sejarah umat manusia — dan lebih-lebih dalam pusaran media sosial hari ini — tidak sedikit kemarahan yang diklaim atas nama Allah, namun sebenarnya bersumber dari ego yang terluka, status yang terancam, atau identitas komunal yang merasa direndahkan. Islam tidak melarang marah. Islam justru menjadikan marah sebagai bagian dari fitrah yang mulia — jika ditempatkan denga...

Gencatan Senjata yang Rapuh: Catatan Hari ke-40 Perang AS–Israel–Iran

Gencatan Senjata yang Rapuh: Catatan Hari ke-40 Perang AS–Israel–Iran Empat puluh hari setelah AS dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran pada akhir Februari 2026, sebuah pengumuman mengejutkan muncul dari Washington: Presiden Donald Trump mengumumkan ceasefire selama dua minggu dengan Iran. Namun di saat yang sama, Israel justru melepaskan salah satu serangan udara terbesar ke Lebanon — lebih dari 100 titik diserang dalam waktu 10 menit. Dunia menahan napas: apakah ini awal perdamaian, atau sekadar jeda sebelum badai berikutnya? Gencatan Senjata AS–Iran: Pengumuman di Ujung Ultimatum Pengumuman datang kurang dari dua jam sebelum batas waktu ultimatum AS berakhir. Trump menyatakan bahwa AS dan Iran telah menyepakati ceasefire berdurasi dua minggu, dengan satu syarat utama: Iran membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal secara penuh dan aman selama periode tersebut. Teheran mengonfirmasi kesepakatan ini. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi m...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...