Kehilangan Rasa: Ketika Ibadah Tidak Lagi Menggetarkan
Kehilangan Rasa: Ketika Ibadah Tidak Lagi Menggetarkan Jiwa Oleh : Tsaqif Rasyid Dai Pernahkah merasakan saat berdiri di atas sajadah, lidah melafalkan ayat yang sama berulang kali, namun dada terasa seperti ruang kosong yang tidak menggetarkan hati? Tubuh bergerak sesuai urutan rakaat, tangan mengangkat dan sujud tepat waktu, suara keluar dengan tajwid yang fasih, tetapi batin hanya menjadi penonton yang lelah. Kita masih menjalankan ibadah, bahkan mungkin dengan konsistensi yang layak dipuji. Namun di balik ketaatan yang tampak utuh, ada keheningan yang mengusik: ketika ritual sudah menjadi kebiasaan, dan kebiasaan tidak lagi menyentuh jiwa. Kita tidak berhenti beribadah, kita hanya kehilangan rasa. Kondisi ini dalam bahasa tasawuf disebut qaswatul qalb, kekerasan atau mati rasa hati. Ia tidak datang sebagai gempa yang meruntuhkan segalanya dalam semalam. Ia merayap seperti debu yang menumpuk di kaca jendela, perlahan mengubah cahaya menjadi redup, hingga suatu hari kit...