Postingan

REZEKI YANG BERKAH

REZEKI YANG BERKAH Jangan Biarkan Keluargamu Makan dari Yang Haram — Sebuah Renungan di Bulan Ramadhan — بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Wahai jiwa yang sedang berpuasa... Berhentilah sejenak. Lepaskan dahulu beban hari ini dari bahumu. Dan renungkan satu pertanyaan yang mungkin belum pernah kau tanyakan kepada dirimu sendiri dengan sungguh-sungguh: "Dari mana sesungguhnya makanan itu berasal — yang setiap hari masuk ke tubuh anak-anakmu?" Pertanyaan ini bukan untuk menghakimimu. Pertanyaan ini lahir dari kasih sayang. Karena ada sesuatu yang jauh lebih berat daripada lapar... yaitu makan dari sesuatu yang tidak diberkahi Allah. I. Masih Ada Napas — Masih Ada Harapan Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Dia yang masih mengizinkanmu membuka mata pagi ini. Dia yang masih mengalirkan udara ke dalam dadamu, tanpa meminta bayaran, tanpa meminta imbalan. Ingatlah... Tidak semua yang pernah berpuasa bersamamu, kini masih ada di sisimu. Ada y...

GENERASI RABBANI (Seri 7)

` VII. DAMPAK SOSIAL GENERASI RABBANI Bayangkan kamu punya teman yang selalu ada saat kamu butuh bantuan. Dia pintar, tapi nggak pelit ilmu. Dia sukses, tapi tetap rendah hati. Dia sibuk, tapi masih sempat dengerin curhatan kamu. Itulah gambaran sederhana dari generasi Rabbani yang berdampak sosial. Generasi Rabbani bukan sekadar orang yang rajin ibadah di masjid, lalu pulang dan menutup diri dari dunia. Mereka adalah change makers —agen perubahan yang membawa cahaya Islam ke tengah masyarakat. Mereka hidup tidak hanya untuk diri sendiri, tapi menjadi sumber kebaikan bagi lingkungan sekitar. A. Hidup yang Bermanfaat ( Khairu Nas ) 1. Prinsip Kebermanfaatan: Eksistensi yang Bermakna Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad: خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ " Khairu an-nasi anfa'uhum lin-nas " - Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Hadits ini singkat tapi powerful banget. Bayangkan, dari...

Fikrah — Saat Pikiran Menjadi Kompas Hati

Fikrah — Saat Pikiran Menjadi Kompas Hati Mengapa Begitu Banyak Orang Tahu Kebenaran, Namun Tetap Berjalan di Arah yang Salah Ada orang yang banyak berpikir — tetapi hidupnya tetap berantakan. Ada yang berilmu tinggi — tetapi langkahnya salah arah. Ada yang tahu mana halal dan haram — tetapi tetap terjerumus ke dalam dosa yang sama, berulang kali. Kita mungkin pernah berdiri di titik itu. Atau mengenal seseorang yang ada di sana. Atau — dengan jujur — kita sendiri masih berada di sana hari ini. Masalahnya bukan kurang berpikir. Masalahnya bukan kurang ceramah, bukan kurang konten motivasi, bukan kurang seminar. Masalahnya jauh lebih dalam dari itu: belum sampai kepada fikrah . Tulisan ini mengajak kita memahami apa itu fikrah dalam tradisi keilmuan Islam, mengapa ia menjadi tahap krusial dalam perjalanan ruhani seorang hamba, dan apa yang dikatakan psikologi modern tentang fenomena yang sudah ribuan tahun disadari oleh para ulama kita. Antara Ilmu dan Perubahan, Ada J...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya