Hasad, Luka Purba yang Tak Pernah Mati
Hasad, Luka Purba yang Tak Pernah Mati Di balik debu waktu yang membentang sejak langit pertama dihamparkan, ada sebuah penyakit yang tak pernah mengenal usia. Ia lebih tua dari zina, lebih dahulu dari mabuk, lebih dahulu pula dari riba. Namanya hasad . Bukan sekadar iri yang lewat di bibir, melainkan api yang menyelinap di relung dada, menggerogoti iman tanpa suara. Ia adalah bayangan yang menolak cahaya, cermin yang retak, dan luka yang tak berdarah tapi terus menganga. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, mengingatkan kita agar mata dan hati tidak terjebak pada kilau milik orang lain: وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ (QS. Thaha: 131) Hasad bukan dosa yang baru lahir di zaman modern. Ia adalah warisan purba yang diturunkan oleh bisikan syaitan ke dalam fitrah manusia yang lalai. Dalam Kitab ar-Rasa’il al-Ada...