Memaafkan Tanpa Harus Kembali
Memaafkan Tanpa Harus Kembali Ketika hati telah berdamai, meski hubungan tak lagi seperti dulu Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Tidak semua yang pernah dekat akan tetap dekat. Ada persahabatan yang bertahan sampai usia senja. Ada yang berubah karena jarak dan kesibukan. Ada pula hubungan yang tumbuh begitu dalam—bermula dari organisasi, majelis, pekerjaan, atau perjuangan bersama—hingga akhirnya terasa seperti keluarga sendiri. Bertahun-tahun duduk di meja yang sama, menghadapi kesulitan yang sama, membangun sesuatu dari nol. Keluarga saling mengenal. Orang yang dahulu hanya disebut teman, perlahan menjadi sedulur . Tetapi perjalanan manusia tidak selalu bergerak ke arah yang sama. Pengalaman berubah. Bacaan bertambah. Lingkungan berganti. Seseorang sampai pada cara pandang baru, sementara yang lain tetap meyakini jalan yang selama ini ditempuh masih layak dipertahankan. Tidak selalu ada pertengkaran. Kadang hanya jarak yang perlahan tumbuh. Lalu suatu hari kita berkata: "Aku sudah ...