Postingan

Saat Ego Bersembunyi di Balik Kesalehan

Gambar
Saat Ego Bersembunyi di Balik Kesalehan Tipuan Diri, Ghurūr, dan Kebanggaan Palsu dalam Perspektif Tazkiyatun Nafs dan Psikologi Modern Oleh: Tsaqif Rasyid Dai persadani.org | Media Analitik Islam Wasathiyah Kita semua pernah mengalami momen ketika sebuah kritik terasa tidak adil — padahal mungkin ia benar. Kita pernah merasa lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada kesalahan sendiri. Kita pernah diam-diam berharap diakui, dihargai, dianggap penting — meski di permukaan kita berkata tidak mengharapkan apa-apa. Kita pernah merasa yakin bahwa kita lebih objektif, lebih tulus, lebih lurus daripada kebanyakan orang di sekitar kita. Jika ada satu atau dua dari kalimat itu yang terasa familiar, maka artikel ini memang sedang berbicara kepada kita. Tidak semua tipuan datang dari luar. Sebagian datang dari dalam. Dan yang paling berbahaya adalah tipuan yang membuat seseorang merasa baik-baik saja, merasa sudah cukup, merasa sudah sampai — sementara ia sedang menjauh dari...

Tidakkah Engkau Ingin Allah Mengampunimu?

Gambar
Tidakkah Engkau Ingin Allah Mengampunimu? Perjalanan Hati dari Dendam Menuju Al-'Afwu, Ash-Shafh, dan Al-Maghfirah Di suatu malam yang sunyi, seorang lelaki berbaring dengan mata terbuka. Bukan karena sakit. Bukan karena lapar. Tetapi karena wajah itu kembali hadir — wajah seseorang yang pernah menyakitinya bertahun-tahun silam. Kata-kata lama terputar ulang. Rasa sakit yang dikira telah pergi ternyata masih berdiam di sudut yang paling dalam dari dadanya. Inilah penjara yang paling sunyi: tubuh bebas, tetapi hati masih terikat kepada orang yang telah lama berlalu. Yang membuat seseorang tidak bisa tidur bukan selalu orang yang masih ada di hadapannya. Kadang yang membuatnya gelisah adalah seseorang yang telah pergi bertahun-tahun lalu, tetapi masih diberi tempat tinggal di dalam hatinya — tanpa izin, tanpa bayar sewa, dan tanpa pernah sadar bahwa ia ditinggali. Itulah yang disebut dendam. Dan artikel ini bukan hanya tentang memaafkan. Ia tentang pembebasan — dari pe...

Muharram dan Anak Yatim: Ketika Tangan Memberi, Hati Sedang Disucikan

Gambar
Muharram dan Anak Yatim: Ketika Tangan Memberi, Hati Sedang Disucikan Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada bulan yang datang dengan membawa dua undangan sekaligus: undangan untuk mendekat kepada Allah melalui puasa, dan undangan untuk mendekat kepada sesama melalui kasih sayang. Bulan itu adalah Muharram. Rasulullah ﷺ bersabda: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ Afdhalush-shiyāmi ba'da Ramadhāna syahrullāhil Muharram, wa afdhalush-shalāti ba'dal farīdhati shalātul lail. "Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (HR. Muslim, no. 1982, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadis shahih.) Muharram bukan bulan yang sekadar menandai pergantian tahun Hijriah. Ia adalah bulan Allah — syahrullah — yang mengundang setiap mukmin untuk kembali kepada dirinya yang pal...

Malu yang Hilang di Era Serba Tampil: Ketika Hati Kehilangan Kompasnya

Gambar
Malu yang Hilang di Era Serba Tampil: Ketika Hati Kehilangan Kompasnya Di tengah budaya eksposur dan validasi digital, rasa malu bukan kelemahan — ia adalah kompas batin yang mulai terlupakan, dan para ulama kita telah membicarakannya jauh sebelum kita kehilangan arah. Seorang pemuda menghapus unggahannya beberapa menit setelah diposting. Bukan karena salah informasi. Bukan karena ada yang memprotes. Foto itu mendapatkan ratusan tanda suka, puluhan komentar pujian, dan validasi yang selama ini dicarinya. Namun setelah layar ponselnya padam, ada sesuatu yang tidak ikut bertambah. Ketenteraman. Ada yang terasa aneh. Sesuatu yang bahkan ia sendiri tidak tahu cara menamainya. Paradoksnya, di zaman ketika hampir semua orang ingin terlihat, semakin banyak orang yang diam-diam merasa kehilangan dirinya sendiri. Kita hidup dalam budaya yang mengajarkan keberanian untuk tampil, tetapi jarang mengajarkan kapan seseorang perlu menahan diri. Kita dididik tentang personal branding ,...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...