Mengapa Qunut Witir Hanya Dibaca di Separuh Akhir Ramadhan? Kajian Fiqih dari Kitab-Kitab Turats
Mengapa Qunut Witir Hanya Dibaca di Separuh Akhir Ramadhan? Kajian Fiqih dari Kitab-Kitab Turats Setiap tahun, ketika Ramadhan memasuki malam keenam belas, suasana masjid berubah. Imam mengangkat tangan setelah i'tidal rakaat terakhir shalat witir, dan lantunan doa qunut bergema memenuhi ruang. Bagi sebagian jamaah, inilah momen yang ditunggu — momen kekhusyukan yang terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya. Namun pertanyaan pun muncul: Kenapa qunut witir tidak dilakukan sejak awal Ramadhan? Mengapa harus menunggu separuh akhir? Pertanyaan ini bukan sekadar rasa ingin tahu biasa. Di baliknya tersimpan kedalaman tradisi keilmuan Islam yang kaya, yang telah diwariskan para ulama lintas generasi melalui kitab-kitab turats mereka. Mari kita telusuri bersama, dengan hati yang terbuka dan akal yang jernih. Dasar Fiqih: Apa Kata Mazhab Syafi'i? Dalam tradisi mazhab Syafi'i — mazhab yang paling banyak diikuti kaum Muslimin di Nusantara — qunut witir memiliki kedud...