Sumringah, Ora Bungah
Sumringah, Ora Bungah Menjaga kehormatan di tengah kekurangan ✒️ Tsaqif Rasyid Dai Murid pertamanya kini telah menjadi dosen agama. Ia sendiri masih setia mengajarkan Alif, Ba, Ta, Tsa. Rambutnya telah memutih. Usianya semakin senja. Tetapi semangat mengajarnya tak ikut menua. Anak yang terbata-bata dituntunnya. Yang lupa diajaknya mengulang. Wajahnya tetap sumringah. Ada kelapangan dada yang tidak habis oleh pengulangan, tidak surut oleh perjalanan usia. Baginya, mengajarkan huruf-huruf pertama Al-Qur'an bukanlah pekerjaan kecil. Penampilannya sederhana, tetapi rapi. Tutur katanya hangat dan terjaga. Orang mengenalnya sebagai guru yang tenang dan bersahaja. Tidak banyak yang mengetahui betapa cermat ia harus menghitung kebutuhan hidupnya. Barangkali hanya orang-orang terdekat yang memahami keadaan sebenarnya. Al-Qur'an telah menggambarkan orang-orang yang menjaga kehormatan di tengah kesempitan hidup: يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ ...