Rabbij'alni, Mengetuk Kesadaran Diri
Rabbij'alni, Mengetuk Kesadaran Diri Renungan tentang doa Nabi Ibrahim, salat, dan warisan yang tidak lekang oleh usia Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Setiap orang tua mencemaskan masa depan anaknya. Sekolahnya, pergaulannya, pekerjaannya, dan terutama agamanya ketika kita sudah tidak lagi mendampingi. Maka kita berikhtiar. Memilihkan sekolah, menjaga lingkungan, memberi nasihat, kadang sampai berulang-ulang hingga anak bosan mendengarnya. Di tengah semua ikhtiar itu, ada satu doa Nabi Ibrahim a.s. yang layak kita renungkan. Doa yang urutannya justru terasa menegur. رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ "Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang tetap melaksanakan salat, dan (juga) dari keturunanku. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40) Perhatikan siapa yang disebut lebih dahulu. Bukan anak-anaknya. Rabbij'alni. Jadikanlah aku. Baru kemudian, wa min dzurriyyati . Dan dari keturunanku. Nabi...