Ketika Penjajah Itu Bernama Diri Sendiri
Ketika Penjajah Itu Bernama Diri Sendiri Refleksi Kemerdekaan Sejati di Balik Gemuruh HUT ke-81 RI Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Kita marah ketika negeri ini dijajah bangsa lain, tetapi sering tidak marah ketika hidup kita dijajah oleh kebiasaan yang kita pelihara sendiri. Bendera berkibar di setiap sudut jalan, namun sebagian jiwa justru berkibar mengikuti arah dorongan nafsunya. Dahulu penjajah datang membawa senjata. Hari ini penjajah datang dalam wujud yang lebih halus: ego yang tak pernah kenyang, gengsi yang tak pernah puas, layar yang tak pernah padam, dan keinginan yang tak pernah berkata cukup. Ironinya, kemerdekaan yang diraih dengan darah para syuhada bisa kehilangan maknanya ketika manusia justru kehilangan kedaulatan atas dirinya sendiri. Musuh paling dekat bukan selalu yang berada di luar pagar negeri, melainkan yang bersembunyi di dalam dada. Kemerdekaan Republik Indonesia adalah pembebasan dari penjajahan fisik, dari tanah yang dirampas dan kedaulatan yang direnggut p...