Postingan

GENERASI RABBANI (Seri 7)

` VII. DAMPAK SOSIAL GENERASI RABBANI Bayangkan kamu punya teman yang selalu ada saat kamu butuh bantuan. Dia pintar, tapi nggak pelit ilmu. Dia sukses, tapi tetap rendah hati. Dia sibuk, tapi masih sempat dengerin curhatan kamu. Itulah gambaran sederhana dari generasi Rabbani yang berdampak sosial. Generasi Rabbani bukan sekadar orang yang rajin ibadah di masjid, lalu pulang dan menutup diri dari dunia. Mereka adalah change makers —agen perubahan yang membawa cahaya Islam ke tengah masyarakat. Mereka hidup tidak hanya untuk diri sendiri, tapi menjadi sumber kebaikan bagi lingkungan sekitar. A. Hidup yang Bermanfaat ( Khairu Nas ) 1. Prinsip Kebermanfaatan: Eksistensi yang Bermakna Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad: خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ " Khairu an-nasi anfa'uhum lin-nas " - Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Hadits ini singkat tapi powerful banget. Bayangkan, dari...

Fikrah — Saat Pikiran Menjadi Kompas Hati

Fikrah — Saat Pikiran Menjadi Kompas Hati Mengapa Begitu Banyak Orang Tahu Kebenaran, Namun Tetap Berjalan di Arah yang Salah Ada orang yang banyak berpikir — tetapi hidupnya tetap berantakan. Ada yang berilmu tinggi — tetapi langkahnya salah arah. Ada yang tahu mana halal dan haram — tetapi tetap terjerumus ke dalam dosa yang sama, berulang kali. Kita mungkin pernah berdiri di titik itu. Atau mengenal seseorang yang ada di sana. Atau — dengan jujur — kita sendiri masih berada di sana hari ini. Masalahnya bukan kurang berpikir. Masalahnya bukan kurang ceramah, bukan kurang konten motivasi, bukan kurang seminar. Masalahnya jauh lebih dalam dari itu: belum sampai kepada fikrah . Tulisan ini mengajak kita memahami apa itu fikrah dalam tradisi keilmuan Islam, mengapa ia menjadi tahap krusial dalam perjalanan ruhani seorang hamba, dan apa yang dikatakan psikologi modern tentang fenomena yang sudah ribuan tahun disadari oleh para ulama kita. Antara Ilmu dan Perubahan, Ada J...

Puasa dan Detoksifikasi Jiwa: Membersihkan Lebih dari Sekadar Tubuh

Puasa dan Detoksifikasi Jiwa: Membersihkan Lebih dari Sekadar Tubuh Ketika orang-orang modern berbicara tentang detox , yang terbayangkan adalah jus hijau, suplemen mahal, atau diet ketat selama beberapa hari. Mereka mencari cara untuk membersihkan tubuh dari racun, memulai ulang metabolisme, dan merasa "baru" kembali. Industri detox global bernilai miliaran dolar—dan manusia terus mencarinya, karena dalam fitrahnya, setiap jiwa mendambakan kebersihan. Namun lebih dari empat belas abad yang lalu, Islam telah menghadirkan sistem detoksifikasi yang jauh lebih dalam, jauh lebih menyeluruh, dan jauh lebih bermakna: puasa — الصِّيَامُ . Puasa dalam Islam bukan sekadar menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ia adalah sistem pembersihan total — detoksifikasi jiwa, ruh, akal, dan tubuh sekaligus. Ia adalah perjalanan kembali kepada fitrah. Ia adalah reset terdalam yang pernah Allah rancang untuk hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah SWT berfirm...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya