Mengapa Ramadhan Terasa Hampa
Mengapa Ramadhan Terasa Hampa — dan Bagaimana Membuatnya Hidup Lagi Ada sebuah pertanyaan yang diam-diam menghantui banyak orang dewasa Muslim ketika memasuki Ramadhan: mengapa dulu bulan ini terasa begitu magis, sementara sekarang terasa biasa saja? Bukan karena imannya hilang. Bukan karena malas. Tapi karena kita tumbuh, dunia berubah, dan tanpa sadar kita kehilangan sesuatu yang sangat penting — the quality of presence , kehadiran yang utuh dan sadar di dalam momen ibadah. Artikel ini bukan daftar tips klise "perbanyak shalat dan tilawah." Ini adalah undangan untuk berpikir lebih dalam: apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam diri kita setiap Ramadhan, dan apa yang bisa kita lakukan — secara konkret dan bermakna — untuk menemukan kembali cahaya bulan ini. Diagnosis: Ramadhan yang Kehilangan Ruh Dalam tradisi intelektual Islam, para ulama membedakan antara syariat (aspek lahiriah ibadah) dan hakikat (ruh atau inti terdalam dari ibadah itu). Imam Al-Ghazal...