Tazkiyatun Nafs dalam Tafsir QS. Asy-Syams 9–10
Tazkiyatun Nafs dalam Tafsir QS. Asy-Syams 9–10 Kajian Tafsir, Diksi Qur'ani, dan Perspektif Ulama tentang Penyucian Jiwa Oleh: Tsaqif Rasyid Dai 2 Dzulhijjah 1447 H / 19 Mei 2026 Mengapa ada orang yang sangat cerdas, memiliki segalanya — karir gemilang, harta berlimpah, nama yang dihormati — namun hatinya tak pernah benar-benar tenang? Dan mengapa ada yang hidupnya sederhana, jauh dari gemerlapnya dunia, tetapi wajahnya memancarkan kedamaian yang sulit dijelaskan? Mengapa manusia bisa jatuh bukan karena kekurangan ilmu, bukan karena miskin pengalaman, bukan karena tak cukup usaha — tetapi karena ia kehilangan dirinya sendiri? Al-Qur'an menjawab semua itu dalam dua ayat yang pendek namun luar biasa padat: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا Qad aflaḥa man zakkāhā. Wa qad khāba man dassāhā. "Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa itu. Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya." (QS. Asy-Syams: 9–10) Dua kalima...