Postingan

PUASA DAN IKHLAS

PUASA DAN IKHLAS Ketika Tidak Ada yang Melihat — Kecuali Allah — Sebuah Renungan di Bulan Ramadhan — بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Wahai jiwa yang sedang berpuasa... Izinkan aku bertanya sesuatu yang mungkin belum pernah kau tanyakan kepada dirimu sendiri. Bukan kepada orang lain. Bukan di depan umum. Tapi di sini — dalam keheningan antara kamu dan hatimu. Andaikan hari ini tidak ada seorang pun yang tahu apakah kau berpuasa atau tidak — apakah kau tetap berpuasa? Pertanyaan itu bukan jebakan. Pertanyaan itu adalah cermin. Dan jawaban yang jujur di dalam hatimu — adalah potret sesungguhnya dari niatmu selama ini. I. Rahasia yang Hanya Allah Ketahui Di antara seluruh ibadah yang Allah wajibkan... Puasa adalah yang paling istimewa. Bukan karena ia yang paling berat — meskipun ia memang berat. Tapi karena ia adalah satu-satunya ibadah yang tidak bisa dipalsukan di hadapan Allah. Shalat bisa dilihat orang. Sedekah bisa diketahui orang. Haji bisa disaksi...

ANAK LELAKIKU

ANAK LELAKIKU Lelaki Kecil yang Sedang Belajar Menjadi Besar — Sebuah Renungan untuk Setiap Ayah dan Ibu di Bulan Ramadhan — بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Wahai ayah... Wahai ibu... Perhatikan ia sejenak. Anak lelakimu itu. Mungkin sekarang ia sedang berlari-lari di halaman. Mungkin ia sedang bermain dengan sesuatu yang membuatmu khawatir ia akan terluka. Mungkin ia sedang diam menatap layar dengan wajah yang tidak bisa kau baca. Atau mungkin ia sudah besar — dan jarak antara kalian terasa lebih jauh dari sekadar ruangan yang berbeda. Apa pun keadaannya... Ada sesuatu yang ingin kusampaikan tentang dirinya. Tentang siapa ia sesungguhnya. Dan tentang apa yang sedang ia butuhkan darimu — mungkin tanpa ia sendiri tahu cara memintanya. "Suatu kewajiban bagi orang tua terhadap anaknya adalah memberinya nama yang baik, mengajarkan adab, dan menikahkannya apabila telah tiba masanya." — HR. Al-Baihaqi Ia bukan sekadar anak yang kau besarkan. Ia adalah ...

ANAK PEREMPUANKU

ANAK PEREMPUANKU Cahaya yang Allah Titipkan — Bukan untuk Disia-siakan — Sebuah Renungan untuk Setiap Ayah dan Ibu di Bulan Ramadhan — بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Wahai ayah... Wahai ibu... Ada yang ingin kusampaikan tentang seseorang yang tinggal di rumahmu. Seseorang yang mungkin sedang bermain di sudut ruangan saat kau membaca ini. Atau mungkin sudah tidur, dan wajahnya yang tenang itu masih bisa kau bayangkan dengan sempurna. Ia anak perempuanmu. "Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan, lalu ia bersabar mengasuh mereka, memberi mereka makan, minum, dan pakaian dari hasil usahanya — mereka akan menjadi pelindungnya dari api neraka pada hari kiamat." — HR. Ibnu Majah Ia bukan beban. Ia adalah jalan. Jalan menuju surga — yang Allah titipkan kepadamu dalam wujud seorang anak kecil yang memanggil namamu dengan suara paling manis di dunia. I. Ketika Langit Menangis dan Bumi Bersukacita Di zaman jahiliyah... Ketika seorang anak perempuan lah...

IBUMU — IBUMU — IBUMU

IBUMU — IBUMU — IBUMU Bakti yang Tak Pernah Lunas kepada Perempuan yang Melahirkanmu — Sebuah Renungan di Bulan Ramadhan — بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Wahai jiwa yang sedang membaca ini... Ada satu nama yang ingin kusebut. Bukan nama raja. Bukan nama presiden. Bukan nama siapa pun yang tertulis dalam buku sejarah. Nama itu lebih dekat dari itu semua. Nama itu adalah... Ibu . "Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah pula." — QS. Al-Ahqaf: 15 Berhentilah sejenak. Letakkan apa pun yang sedang kau kerjakan. Dan izinkan hatimu merasakan sesuatu yang mungkin sudah lama tidak kau rasakan: Rindu kepada ibumu. I. Perempuan yang Menjadi Asal-Usulmu Sebelum kau mengenal dunia... Dunia mengenalmu melalui dia. Sebelum kau tahu rasanya lapar... Ia sudah belajar menahan lapar demi menjagamu. Sebelum kau tahu rasanya sakit... Ia ...

REZEKI YANG BERKAH

REZEKI YANG BERKAH Jangan Biarkan Keluargamu Makan dari Yang Haram — Sebuah Renungan di Bulan Ramadhan — بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Wahai jiwa yang sedang berpuasa... Berhentilah sejenak. Lepaskan dahulu beban hari ini dari bahumu. Dan renungkan satu pertanyaan yang mungkin belum pernah kau tanyakan kepada dirimu sendiri dengan sungguh-sungguh: "Dari mana sesungguhnya makanan itu berasal — yang setiap hari masuk ke tubuh anak-anakmu?" Pertanyaan ini bukan untuk menghakimimu. Pertanyaan ini lahir dari kasih sayang. Karena ada sesuatu yang jauh lebih berat daripada lapar... yaitu makan dari sesuatu yang tidak diberkahi Allah. I. Masih Ada Napas — Masih Ada Harapan Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Dia yang masih mengizinkanmu membuka mata pagi ini. Dia yang masih mengalirkan udara ke dalam dadamu, tanpa meminta bayaran, tanpa meminta imbalan. Ingatlah... Tidak semua yang pernah berpuasa bersamamu, kini masih ada di sisimu. Ada y...

GENERASI RABBANI (Seri 7)

` VII. DAMPAK SOSIAL GENERASI RABBANI Bayangkan kamu punya teman yang selalu ada saat kamu butuh bantuan. Dia pintar, tapi nggak pelit ilmu. Dia sukses, tapi tetap rendah hati. Dia sibuk, tapi masih sempat dengerin curhatan kamu. Itulah gambaran sederhana dari generasi Rabbani yang berdampak sosial. Generasi Rabbani bukan sekadar orang yang rajin ibadah di masjid, lalu pulang dan menutup diri dari dunia. Mereka adalah change makers —agen perubahan yang membawa cahaya Islam ke tengah masyarakat. Mereka hidup tidak hanya untuk diri sendiri, tapi menjadi sumber kebaikan bagi lingkungan sekitar. A. Hidup yang Bermanfaat ( Khairu Nas ) 1. Prinsip Kebermanfaatan: Eksistensi yang Bermakna Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad: خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ " Khairu an-nasi anfa'uhum lin-nas " - Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Hadits ini singkat tapi powerful banget. Bayangkan, dari...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya