Merawat Kemerdekaan, Menguatkan Keislaman, Meneguhkan Keindonesiaan
Merawat Kemerdekaan, Menguatkan Keislaman, Meneguhkan Keindonesiaan Kontribusi Nyata untuk Umat dan Bangsa Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Indonesia telah merdeka lebih dari delapan dekade. Namun mengapa sebagian dari kita masih mudah dijajah oleh kebencian, hoaks, korupsi, dan hawa nafsu sendiri? Penjajah kolonial memang telah lama pergi, tetapi belum tentu setiap jiwa benar-benar merdeka. Realitas bangsa hari ini memperlihatkan retakan sosial yang perlu segera dipulihkan: polarisasi yang mudah tersulut narasi pemecah belah, ujaran kebencian yang menyebar lebih cepat daripada klarifikasi, fanatisme kelompok yang mengoyak ukhuwah, hingga krisis integritas di ruang publik. Sebagian generasi muda pun lebih akrab dengan tren digital yang cepat berganti daripada memahami sejarah bangsanya sendiri. Maka pantas direnungkan: apa arti merdeka jika hati masih diperbudak hawa nafsu, kebencian, dan kepentingan sempit? Jejak Sejarah yang Tak Boleh Dilupakan...