Rezeki Seret atau Hati yang Tertutup? Muhasabah Sebelum Menyalahkan Takdir
Rezeki Seret atau Hati yang Tertutup? Muhasabah Sebelum Menyalahkan Takdir Saat hidup terasa sempit, benarkah masalahnya hanya pada rezeki—atau ada ruang muhasabah yang perlu dibuka? Sebuah refleksi tentang takdir, keberkahan, dan kesehatan hati dalam perspektif Islam. Oleh: Tsaqif Rasyid Dai persadani.org | 30 Mei 2026 — 13 Dzulhijjah 1447 H Ketika Rezeki Terasa Seret: Mengapa Hidup Kadang Terasa Sempit? Sudah kerja keras. Sudah berusaha. Sudah tidak pernah diam. Tapi hasilnya terasa seperti air yang mengalir ke pasir—cepat meresap, tidak berbekas. Ada pintu yang tampaknya tertutup, meski berkali-kali diketuk. Ada jalan yang seolah buntu, meski sudah dicari ujungnya ke mana-mana. Dan di tengah kelelahan itu, diam-diam muncul pertanyaan yang tidak berani diucapkan keras-keras: apakah ada sesuatu yang belum saya pahami dari takdir ini? Pertanyaan itu manusiawi. Bukan dosa. Bahkan para nabi pun pernah merasakan beratnya kesempitan. Yang berbeda adalah ke mana pertan...