Puasa Syawal: Membentuk Ketahanan Spiritual dan Mentalitas Ibadah Sepanjang Hayat
Puasa Syawal: Membentuk Ketahanan Spiritual dan Mentalitas Ibadah Sepanjang Hayat Ramadhan Membentuk Fondasi, Syawal Menjaga Konsistensi Oleh Abdullah Madura Ramadhan sudah berlalu. Pintu-pintu surga yang terbuka lebar itu sudah kembali ditutup. Setan-setan yang dibelenggu sudah dilepaskan kembali. Suasana masjid yang ramai setiap malam sudah berganti dengan keheningan biasa. Dan kita — dengan segala yang sudah kita bangun selama tiga puluh hari itu — berdiri di ambang Syawal dengan satu pertanyaan besar yang tidak selalu kita sadari sedang kita hadapi: Apakah yang dibangun di Ramadhan akan bertahan? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sudah menjawab pertanyaan itu — bukan dengan ceramah panjang tentang pentingnya konsistensi, tapi dengan sebuah sunnah yang konkret, praktis, dan mengandung janji yang sangat besar: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ "Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya deng...