Ketika Rasulullah ﷺ Disakiti: Bagaimana Luka Tidak Meracuni Hati?
Ketika Rasulullah ﷺ Disakiti: Bagaimana Luka Tidak Meracuni Hati? Belajar dari Sirah Nabi ﷺ tentang Marah, Memaafkan, dan Menjaga Jiwa Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Pernahkah engkau merasa satu luka lama diam-diam mengubah caramu memandang orang lain? Bukan luka fisik, tapi luka yang lebih dalam — dikhianati, dihina, difitnah, diperlakukan tidak adil oleh orang yang seharusnya menyayangimu. Tanpa disadari, luka itu bisa menjelma menjadi sesuatu yang lain: kecurigaan yang mengeras, kemarahan yang tak pernah benar-benar reda, atau bahkan kezaliman baru yang lahir dari kezaliman lama yang belum sembuh. Berapa banyak orang yang dulu adalah korban, kini tumbuh menjadi pelaku dengan wajah berbeda? Maka pertanyaannya menjadi penting: bagaimana seseorang bisa terus-menerus disakiti, namun tidak membiarkan luka itu mengambil alih kendali atas akhlaknya? Untuk pertanyaan sebesar ini, ada satu pribadi dalam sejarah manusia yang mengalami hampir seluruh bentuk luka itu sekaligus, dan tetap menj...