Mengapa Nabi Daud Tetap Bekerja? Hikmah Kerja Halal dan Bahaya Mental Instan Menurut Islam
Mengapa Nabi Daud Tetap Bekerja? Hikmah Kerja Halal dan Bahaya Mental Instan Menurut Islam Tazkiyatun Nafs dalam Perspektif Turats Oleh: Tsaqif Rasyid Dai | Persadani.org | Kamis, 4 Dzulhijjah 1447 H / 21 Mei 2026 Kita hidup di zaman yang mengagungkan hasil, tetapi membenci proses. Semakin cepat seseorang kaya, semakin ia dikagumi. Semakin singkat jalan yang ditempuh menuju kemakmuran, semakin dianggap cerdas. Dan di antara kita sendiri, entah disadari atau tidak, ada sebuah godaan yang terus berbisik: mengapa harus melalui proses panjang jika ada jalan yang lebih pendek? Ada orang yang sebenarnya tidak malas. Ia hanya lelah. Sudah lama berjuang, tetapi pintu tidak kunjung terbuka. Ada yang tidak anti proses—ia hanya terlalu sering menyaksikan orang lain naik dengan cara yang tidak bersih, lalu bertanya-tanya apakah kejujuran benar-benar masih ada gunanya. Dan di saat seperti itu, jalan pintas mulai tampak masuk akal. Bahkan terasa seperti pilihan yang bijak. Anehnya, seoran...