Tazkiyatun Nafs Bersama Nabi Ayyub
Tazkiyatun Nafs Bersama Nabi Ayyub Ketika Allah Mendidik Jiwa Melalui Kehilangan Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Hampir seluruh kecemasan manusia modern berakar pada satu ketakutan yang sama: kehilangan. Kehilangan pekerjaan, kehilangan kesehatan, kehilangan orang yang paling dicintai, kehilangan citra diri yang telah dibangun bertahun-tahun. Kita mengira kehilangan adalah akhir dari segalanya. Padahal Al-Qur'an memperkenalkan kepada kita seorang nabi yang kehilangan hampir segalanya — harta, anak-anak, kesehatan, dan hampir seluruh manusia di sekelilingnya — namun tidak kehilangan satu hal yang paling penting: Allah. Dialah Nabi Ayyub alaihis salam . Dan kisah beliau bukan sekadar biografi seorang nabi yang sabar. Ia adalah cermin bagi setiap jiwa yang pernah merasakan kehilangan — cermin yang bila kita berani menatapnya dengan jujur, akan memperlihatkan satu pertanyaan yang paling dalam: kepada siapa sesungguhnya hati ini bergantung? Di antara hikmah terbesar dari kehilangan ...