Mengapa Nabi ﷺ Disebut Rahmat bagi Semesta?
Mengapa Nabi ﷺ Disebut Rahmat bagi Semesta? Ketika Kesalehan Pribadi Berubah Menjadi Rahmat bagi Sesama Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Ada satu pertanyaan yang jarang kita ajukan pada diri sendiri, padahal jawabannya menentukan mutu keberagamaan kita: bukan "seberapa saleh saya?", melainkan "seberapa banyak rahmat yang mengalir melalui kesalehan saya?" Perlu segera diluruskan agar tidak terjebak kesalahpahaman: ini bukan berarti kesalehan seseorang hanya bernilai jika orang lain merasa nyaman dengannya. Ada orang yang menjalankan kebenaran secara benar tetapi tetap tidak disukai — Nabi ﷺ sendiri ditentang, dicaci, bahkan diperangi oleh sebagian kaumnya. Maka ukuran yang lebih tepat adalah: kesalehan yang benar tidak selalu membuat kita disukai semua orang, tetapi semestinya membuat kita semakin sulit berbuat zalim kepada siapa pun. Kata "semestinya" penting di sini, sebab tazkiyah adalah proses, bukan klaim kesempurnaan. Pertanyaan ini mengantarkan ...