Postingan

Fa Innahu Yarāk: Rahasia Muraqabah dalam Al-Qur'an, Sunnah, dan Tazkiyatun Nufus

Gambar
Fa Innahu Yarāk: Rahasia Muraqabah dalam Al-Qur'an, Sunnah, dan Tazkiyatun Nufus Perjalanan Tujuh Lapisan — Dari Bisikan Hati Hingga Kedekatan dengan Allah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Larut malam. Telepon genggam masih menyala. Tidak ada yang melihat layar itu selain pemiliknya. Tidak ada atasan. Tidak ada pasangan. Tidak ada sahabat. Tidak ada algoritma yang melaporkan, tidak ada kamera yang merekam, tidak ada saksi dari kalangan manusia satu pun. Hanya dia dan pilihannya. Di momen seperti itulah karakter seseorang yang sesungguhnya muncul ke permukaan. Sebagian memilih jalan yang benar, persis seperti yang akan mereka pilih di depan orang banyak. Sebagian yang lain memilih jalan yang lebih mudah, karena merasa aman dalam kesendirian. Perbedaan di antara keduanya bukan terletak pada kecerdasan, bukan pula pada latar pendidikan. Perbedaannya terletak pada satu hal yang disebut para ulama tazkiyatun nufus sebagai muraqabah. Krisis Pengawasan di Era Modern Tidak ada zaman ...

Ketika Atasan Tidak Melihat: Amanah Kerja dalam Timbangan Allah

Gambar
Ketika Atasan Tidak Melihat: Amanah Kerja dalam Timbangan Allah Amanah yang Tidak Terlihat Manusia, Tetapi Selalu Tercatat di Sisi Allah Oleh: Tsaqif Rasyid Dai Jam menunjukkan pukul sepuluh pagi. Laporan harian belum dibuka. Tangan lebih sibuk menggulir layar media sosial. Ketika langkah atasan terdengar mendekat, tiba-tiba layar berganti ke lembar kerja — seolah dari tadi sibuk bekerja. Skenario ini terasa familiar bagi banyak orang. Dan mungkin, di suatu sudut hati, terselip pertanyaan yang belum berani dijawab dengan jujur: Apakah gaji yang saya terima setiap bulan ini masih halal? Dalam Islam, hubungan antara pekerja dan pemberi kerja bukan sekadar kontrak duniawi yang selesai saat tanda tangan di atas kertas. Ia adalah amanah — sebuah titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Ta'ala, di tempat di mana tidak ada manipulasi absensi dan tidak ada laporan yang bisa diperindah. Perintah yang Bukan Sekadar Anjuran Allah Ta'ala menurunkan fir...

Mengapa Salat Belum Mengubah Akhlak Kita?

Gambar
Mengapa Salat Belum Mengubah Akhlak Kita? Ketika Fikih Bertemu Tazkiyatun Nafs di Hadapan QS. Al-'Ankabut: 45 Oleh: Tsaqif Rasyid Dai 2 Muharram 1448 H / 18 Juni 2026 Ada orang yang tidak pernah meninggalkan salat berjamaah, tetapi masih sulit memaafkan saudaranya. Ada yang menjaga shaf pertama di masjid, tetapi mudah marah kepada keluarganya di rumah. Ada yang hafal banyak doa dan bacaan salat, tetapi hatinya tetap gelisah ketika kehilangan pujian manusia. Fenomena ini bukan untuk meremehkan salat. Justru karena salat begitu agung, kita bertanya dengan penuh kejujuran: mengapa pengaruh yang dijanjikan Al-Qur'an belum sepenuhnya tampak dalam diri kita? Di sinilah muncul pertanyaan yang sesungguhnya bukan tentang keraguan terhadap Islam, melainkan tentang kerinduan yang dalam: Jika salat adalah tiang agama, mengapa ia belum mengubah akhlak? Pertanyaan ini layak dijawab dengan jujur dan serius. Sebab di satu sisi, kita tidak boleh meremehkan salat hanya karena mel...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...

Arsip

Tampilkan selengkapnya