Persia dalam Nubuwat dan Geopolitik Kontemporer
Persia dalam Nubuwat dan Geopolitik Kontemporer Oleh: Ir. H. Djunaidi Permata Dari Surayya ke Pusat Turbulensi Bangsa Persia menempati posisi unik dalam riwayat nubuwat Rasulullah ﷺ. Ia bukan sekadar bangsa yang pernah ditaklukkan, tetapi disebut secara eksplisit dalam hadits shahih sebagai kaum yang akan meraih iman meskipun ia berada di tempat paling tinggi dan jauh. Dalam literatur hadits, penyebutan Persia bukan sekadar informasi geografis—ia muncul dalam dua konteks yang sama-sama besar: pujian atas ketahanan iman, dan peringatan tentang ujian kekuasaan. I. Takhrij Hadits: Dasar Riwayat dan Kesahihannya Riwayat utama yang menjadi pangkal pembahasan ini tercatat dalam Shahih Muslim (Kitab Fadhail al-Shahabah, No. 2546) dan diriwayatkan pula dalam Shahih al-Bukhari (Kitab al-Tafsir, No. 4897). Hadits tersebut berkaitan dengan turunnya ayat: وَآخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ "Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mere...