9 Dzulhijjah: Hari Arafah sebagai Momentum Reset Ruhani Tahunan
9 Dzulhijjah: Hari Arafah sebagai Momentum Reset Ruhani Tahunan Melampaui puasa sunnah: membaca hikmah Hari Arafah melalui perspektif Imam Al-Ghazali dan Ibnu Rajab al-Hanbali tentang tazkiyatun nafs, muhasabah jiwa, dan kesempatan memulai ulang diri. Tsaqif Rasyid Dai | 9 Dzulhijjah 1447 H | persadani.org Ada masa ketika seseorang merasa hidupnya berjalan, tetapi batinnya terasa tertinggal. Aktivitas padat, notifikasi tak henti, target terpenuhi satu per satu — namun hati seperti kehilangan arah. Di tengah keramaian yang tidak pernah benar-benar sunyi itu, seseorang mungkin bertanya dalam diam: ke mana sebenarnya hidup ini sedang menuju? Dalam tradisi Islam, ada satu hari yang seakan disiapkan khusus untuk berhenti sejenak dan mengajukan pertanyaan itu dengan jujur. Bukan sebagai ritual formal semata. Bukan sekadar mengisi kolom catatan ibadah. Hari itu adalah 9 Dzulhijjah — yang dikenal luas sebagai Hari Arafah . Dalam Islam, 9 Dzulhijjah atau Hari Arafa...