Postingan

Memahami Hakikat Hubungan yang Meracuni Jiwa dan Penyembuhannya Secara Islam

Mengenali Hubungan Toxic dan Jalan Penyembuhan: Perspektif Psikologi dan Spiritual Islam Dalam kehidupan manusia, hubungan antarindividu merupakan salah satu aspek fundamental yang membentuk kesejahteraan psikologis dan spiritual kita. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an,   وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً   "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang" (QS. Ar-Rum: 21). Namun realitas menunjukkan, tidak semua hubungan membawa mawaddah (محبة - kasih sayang) dan rahmah (رحمة - kelembutan). Ada hubungan yang justru meracuni jiwa, mengikis harga diri, dan menjauhkan seseorang dari fitrahnya sebagai makhluk mulia ciptaan Allah. Dalam psikologi kontemporer, fenomena ini dikenal sebagai toxic relationship — ...

Keluar dari Mental Permisif: Meneguhkan Batas Tanpa Kehilangan Kelembutan

Keluar dari Mental Permisif: Meneguhkan Batas Tanpa Kehilangan Kelembutan Pernahkah kamu merasa bersalah hanya karena berkata “tidak”? Atau membiarkan sesuatu yang jelas salah—hanya karena takut dianggap tidak ramah? Jika iya, mungkin kamu sedang berhadapan dengan mental permisif : pola pikir yang terlalu mudah membolehkan segala hal demi kenyamanan sesaat, menghindari konflik, atau sekadar ingin disukai. Mental permisif bukan soal baik hati. Ia adalah kebiasaan menoleransi yang keliru hingga batas antara benar dan salah menjadi kabur. Dalam jangka panjang, ini bisa mengikis ketajaman hati, merusak karakter, bahkan menjauhkan kita dari nilai-nilai yang seharusnya kita pegang teguh. Tanda-Tanda Mental Permisif Berikut gejala umum yang sering tak disadari: Terlalu menoleransi yang salah “Ah, semua orang juga begitu…” — padahal tahu itu keliru. Tak enakan berlebihan Sulit menolak, takut menegur, selalu mengalah agar dianggap “baik”. Standar moral fleksibel ...

GENERASI RABBANI (Seri 1)

Generasi Rabbani: Manusia yang Terhubung dengan Allah dalam Ruh, Akal, dan Jasad I. Pendahuluan A. Ketika Ibadah Terasa Hambar: Fenomena Generasi Kita Pernahkah kamu merasa seperti ini: shalat lima waktu sudah rutin, puasa Ramadhan tidak pernah bolong, bahkan shalat malam sesekali dikerjakan. Tapi entah kenapa, hati terasa kosong. Selesai shalat, pikiran langsung kembali ke drama media sosial. Baca Al-Qur'an tapi tidak paham apa-apa, sekadar menggugurkan kewajiban. Bahkan terkadang, ritual ibadah terasa seperti rutinitas membosankan—bukan momen intim dengan Sang Pencipta. Ini bukan cerita fiksi. Ini adalah potret banyak pemuda Muslim hari ini. Menurut penelitian Pew Research Center (2021), lebih dari 60% Muslim generasi muda mengaku "secara teknis Muslim" tetapi tidak merasakan koneksi spiritual yang kuat dengan agamanya. Di Indonesia sendiri, survei Alvara Research (2023) menunjukkan bahwa 47% remaja Muslim merasa ibadah mereka hanya formalitas, tanpa dampak ny...

Konflik Vlad Dracula dan Sultan Muhammad Al-Fatih

Antara Keberanian dan Kekejaman: Pelajaran Akhlak dari Konflik Vlad Dracula dan Sultan Muhammad Al-Fatih Di balik kisah-kisah heroik penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, terselip catatan sejarah tentang konflik dengan seorang penguasa Eropa Timur yang terkenal kejam: Vlad III, atau yang lebih dikenal sebagai “Dracula”. Namun, di balik narasi populer yang penuh dramatisasi, terdapat pelajaran akhlak mendalam yang relevan bagi kita—umat Islam masa kini—tentang batas antara keberanian yang mulia dan kekejaman yang tercela. Dua Wajah Kepemimpinan di Era yang Sama Sultan Muhammad Al-Fatih (1432–1481 M) dan Vlad III Dracula (1431–1476/77 M) hidup di abad ke-15, dalam dunia yang penuh gejolak politik, agama, dan perang. Keduanya adalah pemimpin muda, cerdas, dan tegas. Namun, cara mereka memimpin dan memperlakukan manusia sangat berbeda. Al-Fatih dikenal karena keadilan, kebijaksanaan, dan penghormatannya terhadap nyawa—bahkan nyawa musuh. Setelah menaklukkan Kons...

Modifikasi Cuaca: Ilusi atau Realitas Ilmiah?

Modifikasi Cuaca: Ilusi atau Realitas Ilmiah? Antara Podcast, Fakta Riset, dan Persepsi Publik Modifikasi cuaca — atau dalam istilah ilmiahnya weather modification — adalah upaya manusia untuk memengaruhi kondisi atmosfer agar menghasilkan cuaca tertentu yang diinginkan, misalnya mempercepat hujan, menunda hujan, atau mengurangi hujan ekstrem. Istilah populer seperti “kolam dingin” atau cold pool yang disebut-sebut di podcast sebenarnya bukan bagian dari proses modifikasi cuaca, melainkan fenomena alamiah saat hujan mulai turun dan udara di dekat permukaan menjadi lebih dingin karena penguapan air hujan dari awan yang besar. Itu bukan modifikasi, tetapi proses fisika atmosfer normal. Apa Itu Modifikasi Cuaca? Penjelasan Ilmiahnya Modifikasi cuaca adalah praktik ilmiah yang sudah dimulai sejak pertengahan abad ke-20 dan dipelajari banyak negara. Ini bukan ilmu baru, tetapi hasil evolusi riset atmosfer yang terus berkembang. Cloud Seeding (Penyemaian Awan) Ini merupakan metod...

Amalan Terbaik Menjelang Ramadhan: Persiapan Meraih Keberkahan

Amalan Terbaik Menjelang Ramadhan: Persiapan Meraih Keberkahan Berdasarkan Kajian Islam oleh Ustadz Khalid Basalamah Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, tidak henti-hentinya lisan kita selalu memuji dan memuja Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebagai seorang muslim, kita sangat yakin bahwa dua susunan kata "Alhamdulillah" adalah kalimat yang mulia, yang Allah jadikan sebagai ungkapan syukur kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7) Nikmat-nikmat Allah yang tidak terhingga—dari makanan, minuman, kesehatan, kesempatan, dan segala hal—harusnya kita gunakan di atas ketaatan kepada-Nya dan kita syukuri. Alhamdulillah, Allah mudahkan dengan dua susunan kata ini. Selanjutnya, kita panjatkan salam hormat kepada utusan Allah, Nabi Besar Muhammad Shallallahu 'alaihi wa 'ala alihi wa shahbi...

Dahsyatnya Istighfar: Kunci Pembuka Pintu Rahmat Allah

Dahsyatnya Istighfar: Kunci Pembuka Pintu Rahmat Allah Mengenal Sosok Imam Hasan Al-Bashri Radhiyallahu 'Anhu Datang seseorang mengadukan masalahnya kepada Imam Hasan Al-Bashri radhiyallahu 'anhu. Siapakah Hasan Al-Bashri ini? Beliau adalah seorang ulama besar dari kalangan tabi'in yang lahir sepuluh tahun setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam wafat. Namun beliau bukan sekadar tabi'in biasa, karena beliau berkesempatan belajar langsung dari para sahabat besar seperti Umar bin Khatthab dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhuma. Yang lebih istimewa lagi, Hasan Al-Bashri tumbuh dan dibesarkan di rumah istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, yaitu Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiyallahu 'anha. Bahkan beliau adalah anak sepersusuan dari Ummu Salamah. Bagaimana bisa? Ibunda Hasan Al-Bashri bernama Al-Khairah, seorang khadimah (pelayan) setia Ummu Salamah radhiyallahu 'anha. Ketika Al-Khairah melahirkan, bertanyalah Ummu Salama...

PUBLIKASI

  • Sedang memuat...